Judul :
You Belong With Me
Author : IRFtheone
Cast :
Kim Hye Ma a.k.a Luna (OC) and Jo Youngmin (Boyfriend)
Genre :
Romance, Friendship
Rating :
PG-13
Disclaimer :
The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong with me. The plot,
of course my own. Inspired from Taylor Swift-You Belong With Me
Annyeong. Peace upon you. IRF imnida. Ini fan fiction pertamaku. Semoga bagus ya? Walau gaje. Moga bagus. Kritik dan saran
kutunggu. Makasih. Gomawo.
*
Aku sudah lama mengenalnya. Dia tetanggaku. Lebih dari
sekedar teman semasa kecil. Dia lebih dari itu-setidaknya menurutku. Namanya Youngmin.
Jo Youngmin. Usianya hanya terpaut satu tahun denganku. Aku lima belas tahun dan
dia enam belas. Kami sama-sama satu
sekolah di Seoul Internasional School. Dia sunbaeku disekolah. Oh ya
perkenalkan aku Kim Hyema. Gadis yang tak begitu beruntung dan tak popular di
kalangan para siswa. Tak seperti Youngmin sunbae yang sangat terkenal dan
menjadi pusat perhatian bersama kawan akrabnya Minwo. Mereka berdua adalah
pangerannya sekolah. Dan putri yang beruntung adalah Seo Joohyun. Gadis yang
sangat popular. Suaranya merdu dan dia sangat cantik. Dibandingkan aku yang
hanya seorang gadis kutu buku yang gila belajar dan rela berjam-jam di
perpustakaan sekolah hanya untuk baca buku. Satu hal lagi. Aku bukan orang
korea pada umumnya. Aku orang inggris. Orangtuaku, keduanya berbeda asal. Ayah
orang korea asli dan ibuku dari inggris. Aku sudah terbiasa hidup di inggris
sejak bayi dan pindah kemari pada umur delapan tahun. Disaat itulah aku mengenal
Youngmin. Sehingga yah… aku berbeda. Kulit boleh sama. Namun rambut keemasan
dan mata biruku tak bisa disembunyikan bukan? Yah inilah aku Kim Hyema atau kalian
bisa sebut aku Luna.
***
Seperti biasa aku sedang membaca buku di kamarku. Kamar yang
cukup luas untukku. Satu kamar tidur mini-tentunya seukuranku-. Dua lemari
coklat dan meja rias ala gadis-gadis pada umumnya.
Tiba-tiba saja aku mendengar suara keributan kecil di
sebelah rumah. Aku melihatnya. Melihat Youngmin sedang berjalan bolak-balik
sambil menelepon seseorang. Dengan marah-marah atau tepatnya kesal.
Ia terus berjalan seperti itu sekitar 10 menit lamanya.
Sebelum ia berteriak dan menutup teleponnya kesal. Ia menghela nafas panjang
dan beralih menatap jendela dan pada akhirnya ia menyadari aku yang sedang
memandangnya. Aku tersenyum. Ia pun.
Satu hal yang perlu diketahui. Rumah kami bersebelahan. Kami
tetangga. Aku sudah mengatakannya bukan? Ok dan hal yang perlu kukatakan lagi
kamar kami-jendela kami berhadapan langsung. Dilantai dua depan rumah. Hal ini
wajar jika aku bisa melihat apa yang sedang ia lakukan-lebih
tepatnya-memperhatikannya.
Aku mengambil sebuah notebook besar. Satu kebiasaan kami.
Kami saling berkomunikasi lewat notebook ini. Dengan cara menuliskan kata yang
ingin kami ucapkan-tepatnya-obrolkan dan menunjukannya. Hanya itu. Dan sesimpel
itu.
Ku menuliskan sesuatu. Aku tahu ia memperhatikanku.
“You OK?” Ia tersenyum. Sangat manis sekali.
“Tired of Drama” Jawabnya sambil mengangkat bahunya.
Berusaha tabah-nampaknya-.
“Sorry :(” Aku membalasnya sambil menunjukan wajah simpati.
Dia mengangkat bahunya lagi. Mungkin artinya ‘seperti bisanya’.
Aku menuliskan sesuatu kata yang ingin aku katakan. Namun
baru beberapa huruf dia menutup gorden jendelanya. Aku menghela nafas ‘seperti bisanya’.
Aku melihat tulisanku lagi. Disana tertulis ‘I Love You’
***
Keesokan harinya,
Didepan rumah aku sedang membaca buku. Itu kebiasaanku.
Dengan kacamata ala kutu buku yang tertambat diwajahku. Aku sudah membaca dua
buku pagi ini. Mungkin karena saking seriusnya. Aku tak menyadari dia datang
menghampiriku dan sudah terduduk disampingku.
“Morning” Sapanya ramah.
Aku tersenyum “Morning” Jawabku. Dia melihat wajahku “Hai,
wait…” dia mengulurkan tangannya dan merapihkan rambutku yang menutupi wajahku.
“Thank you” ucapku kemudian dan kami memulai percakapan seperti bisaa namun hal
ini tak bertahan lama.
Sebuah mobil merah dengan atap terbuka, parkir di depan
kami. Dia Seohyun, pacar Youngmin. Penampilannya sangat cantik dengan mata
kecil yang indah. Namun sayang ia tersenyum angkuh padaku.
Youngmin pamit padaku “See You later, bye” Ia melangkah
masuk mobil dan pergi bersama dengan Seohyun dan meninggalkan aku sendiri
disini.
***
Disekolah ada kompetisi menyanyi seperti tahun-tahun
sebelumnya. Aku tak pernah tertarik untuk itu. Aku lebih memilih duduk terdiam
dikelas sambil sesekali membaca buku yang baru aku pinjam di perpustakaan
barusan.
“New book?” Tanya Youngmin mengagetkanku.
“Oh yeah. This is my new book” Jawabku.
“Why you stay in here? Please join with us in autorium”
ajaknya. Aku hanya tersenyum.
“I want to reading my new book” Jawabku seadanya. “I see
that. But for this time. Please come in” bujuknya.
“You can singing, alright? Come on” Ia menarik tanganku dan
membawaku pergi ke autorium. “Hai, Youngmin-ah stop… stop” aku berusaha untuk
berhenti. Ia tak menggubrisku. “follow me” perintahnya.
“Aish” aku berdecak “Okay!” akhirnya dia melepaskan tanganku.
Sungguh sakit. “It’s hurt you know!” Dia hanya ternyum. “Come on”
***
Aku melihat sang putri sedang menyanyi diatas panggung. Dia
sangat baik melakukannya. Suaranya juga merdu. Aku melihat Youngmin sedang
melihatnya dengan tatapan kagum. Oh ya kagum. Aku hanya bisa terdiam.
“You can singing, alright?” Youngmin bertanya padaku.
“I can’t” ujarku. “Everybody can singing Luna” Minwo menimpaliku.
“But I can’t” sanggahku.
“Don’t be shy Luna. I know you can singing. I saw you
singing in your room last night” Ucap Youngmin yang membuatku tak bisa
menyanggah lagi. Memang aku menyanyi kemarin malam tapi bukan berarti aku ingin
melakukannya di sini bukan?
“I can’t” ucapku lagi dan bermaksud pergi dari tempat ini.
“I can’t let you go. Please singing one song for us. On the
stage of course. After that I can let you go. How?” Youngmin bertanya padaku.
Aku hanya bisa terdiam dan tak ingin melakukan apapun.
“Please..?” Youngmin dan Minwo memohon padaku. “For this
time” Lanjutnya lagi.
“Aish.. Okay” mereka berdua teriak yeay “Gomawo” kata mereka
serempak.
*
Setelah Seohyun selesai bernyanyi kini tiba giliranku. Oh
aku tak ingin melakukannya. Saat turun. Entah kebiasaan Seohyun atau tidak. Dia
tetap memandangku remeh. Tepatnya angkuh. Dia menghampiri Youngmin dan bergelayut
manja.
Namun ketika aku hendak kabur. Namaku dipanggil. Oh tidak!
Teriakku dalam hati. Semua orang memandangku aneh dan seperti berbisik. Namun
karena keterbatasanku berbahasa korea aku tak tahu apa yang mereka bicarakan.
“Come on” Youngmin menyuruhku naik keatas panggung. Aku terpaksa mengikutinya.
Diatas panggung semuanya masih memandangku dengan tatapan aneh. Yah inilah
makanan keseharianku. Dipandang seperti ini.
Baiklah ayo kita mulai. Dalam hitungan sepersekian detik.
Music mengalun memenuhi autorium dan aku mulai bernyanyi.
You're on the phoneWith your girlfriend
She's upset
She's going off about
Something that you said
She doesn't get your humor
Like I do
I'm in my room
It's a typical tuesday night
I'm listening to the kind of music
She doesn't like
She'll never know your story
Like I do
But she wears short skirts
I wear t-shirts
She's cheer captain
And i'm on the bleachers
Dreaming about the day
When you wake up and find
That what you're looking for
Has been here the whole time
If you could see
That i'm the one
Who understands you
Been here all along
So why can't you
See you belong with me
You belong with me.
Walking the streets
With you and your worn out jeans
I can't help thinking
This is how it ought to be
Laughing on a park bench
Thinking to myself
Hey, isn't this easy?
And you've got a smile
That could light up this whole town
I haven't seen it in awhile
Since she brought you down
You say you're fine
I know you better than that
Hey whatchu doing
With a girl like that
She wears high heels
I wear sneakers
She's cheer captain
I'm on the bleachers
Dreaming about the day
When you wake up and find
That what you're looking for
Has been here the whole time
If you could see
That i'm the one
Who understands you
Been here all along
So why can't you
See you belong with me
Standing by and
Waiting at your backdoor
All this time
How could you not know
Baby
You belong with me
You belong with me.
[Instrumental]
Oh, I remember
You driving to my house
In the middle of the night
I'm the one who makes you laugh
When you know you're about to cry
And I know your favorite songs
And you tell me about your dreams
Think I know where you belong
Think I know it's with me
Can't you see
That i'm the one
Who understands
Been here all along
So why can't you see?
You belong with me.
Have you ever thought
Just maybe
You belong with me?
“Marveolus” Puji Youngmin dan Minwo serempak. “ Gomawo ”
Ucapku kemudian. Semua orang memandangku eum berbeda. Kalau tidak salah-takjub-
benarkah? Aku hanya bisa tersenyum malu. Yah inilah aku.
“Youngmin-ah Can you let me go?” tanyaku kemudian.
“Waeyo Luna?”
“I’ve to go to go now” jawabku “please” pintaku. “Of course”
ucapnya “Gomawo, annyeong”
***
Kalian tahu. Sudah seminggu ini terasa janggal bagiku. Sikap
mereka-teman sekolah-nampak baik terhadapku. Entahlah. Apa ada yang aneh
denganku. Kurasa tidak. Seperti biasanya.
Seohyun masih tetap. Begitu juga dengan Youngmin dan Minwo.
Namun yang lain Nampak lebih ramah.
Hari ini ada pertandingan American Football. Kalian tahu apa
olahraga itu? Olahraga penindasan. Bagaimana tidak. Hanya orang bodoh yang akan
rela membiarkan tubuhnya ditimpai seluruh anggota tim lawan. Like sumo,
alright? Hh… sayangnya orang bodoh lain yang menggemari olahraga itu dan
menjadi tim inti dalam hal itu adalah dua pangeran sekolah. Siapa lagi kalau
bukan Youngmin dan Minwo. Lawannya kali ini dalah musuh bebuyutan sekolah.
Kirin Internasional Shool. Yang diwakili oleh anak-anak popular-tentunya dari
sekolah mereka- berbadan gantar dan tubuhnya tegap-atletis pula- Hh.. aku yakin
akan menjadi pertandingan seru.
Sekarang aku sedang dikelas. Kelasku berbeda dengan Youngmin.
Tentu saja karena dia sunbaeku. Hal yang biasa kulakukan-rutinitas tepatnya-
membaca. Apalagi coba? Disaat aku sedang asik membaca beberapa anak lain datang
menghampiriku. Mereka mengajakku untuk menonton pertandingan itu bersama-sama.
Diantara mereka ada Lee Jieun dan
Victoria Song yang sebelumnya selalu bersikap dingin padaku. Awalnya aneh.
Memang benar. Tapi setelah dipikir-pikir mereka ternyata anak yang baik. Dan
ketika mereka memujiku tentang acara tahunan-kompetisi menyanyi- yang ternyata
dimenangkan olehku. Mereka mulai menyukaiku. Kurasa apa karena itu yah? Kurasa.
Awalnya paksaan untuk mengikuti acara tahunan itu. Tapi jika berdampak seperti
itu. Aku sangat berterima kasih dengan kedua pangeran itu. Siapa lagi kalau
bukan Youngmin dan Minwo.
Aku menyutujui permintaan mereka. Senang juga mendapatkan
teman baru. Jadi beginikah punya teman yang selalu menemani kita? Aku senang.
Jelas.
Saat sampai dilapangan kami mengambil duduk di paling depan.
Banyak para siswa yang sudah menunggu disini sambil membawa poster yang
tentunya bertuliskan ‘Hwaiting Youngmin Oppa’ atau ‘Oppa I Love You’ atau ‘Youngmin Oppa, Youngmin Oppa’ dan
beberapa tulisan lainnya yang menurutku terlalu kekanakan.
Ketika aku melihat sekeliling termasuk ke lapangan tentunya.
Aku melihat tim sekolahku sedang berlatih-pemanasan mungkin. Beberapa
diantaranya ada yang berlatih menabrakkan diri dan melempar bola. Dan disaat
bersamaan aku melihat Youngmin sedang berbicara bersama pelatihnya. Minwo tentu
saja bersamanya. Dan disisi lapangan aku melihat Seohyun sedang berlatih
chreers. Satu info untuk kalian semua. Seohyun adalah kapten chrees. Mengingat
tubuhnya yang tinggi dan memang dia pantas mendapatkannya. Terlihat ia sedang menyemangati
tim sekolah yang sedang berlatih. Apa aku iri? Entahlah.
Dentangan jam menunjukan pukul 3 sore waktu seoul tentu
saja. Pertandingan dimulai. Semua penonton berteriak gaduh. Banyak yang
menyemangati. Ditengah lapangan beberapa kali aku melihat tim sekolah kami
menyetak angka yang bisa dikatakan lumayan. Unggul dari lawan. Semangat para
penonton semakin membahana. Jika dilihat secara cermat yang memberi aba-aba
adalah Youngmin tentu saja. Minwo yang melempar dan sisanya anggota tim yang
lain. Disaat terakhir tim mencetak angka penuh. Touch down. Semua berteriak
yeay….! Aku tersenyum puas. Begitu juga yang lain. Untung saja Youngmin tak
terluka. Aku sungguh bersyukur. Ia diarak keliling lapangan.
Ada satu drama yang terjadi. Ini sebenarnya menyebalkan dan
sungguh kasihan. Setelah diarak keliling lapangan. Youngmin diturunkan. Ia
dibiarkan pergi. Tujuan pertamanya tentu saja Seohyun. Namun ketika itu Seohyun
sedang mengobrol akrab dengan Kyuhyun. Lengkapnya Cho Kyuhyun. Kapten American
Football tim dari Kirin. Hal ini otomatis menimbulkan kemarahan Youngmin.
“Apa yang sedang kau lakukan?” Youngmin bertanya pada
Seohyun. “Mengobrol tentu saja” Jawab Seohyun cuek.
“Dengannya?” Tanya Youngmin. Seohyun memandang Youngmin
“Memangnya kenapa? Kau Keberatan?” Seohyun malah balik bertanya.
“Ne. Kau yeojacinguku tak sepatutnya kau dekat dengannya
yang merupakan musuhku” Youngmin berbicara sedikit berteriak. Mungkin ia emosi.
“Kau terlalu percaya diri Youngmin-ah. Aku tak pernah
menganggapmu namjacinguku. Kau tau. Kau membosankan! Dan terserah aku jika aku
ingin mengobrol dengan siapapun! Bukan urusanmu!” Jawab Seohyun sinis.
“Mwo?” Youngmin sangat kaget ‘tidak menganggapku
namjacingunya ia bilang?’ Youngmin mulai berang.
“Silahkan pergi bung, dia milikku sekarang” Ujar Kyuhun
sambil menampakan smriknya. Mungkin artinya dilapangan kau boleh menang tapi
untuk ini aku yang menang.
“Pergilah” Usir Kyuhun sekali lagi. “Okay!” Youngmin pergi
dengan wajah bersungut-sungut. Kesal.
Aku yang melihat kejadian itu sungguh merasa kasihan dengan Youngmin.
Apa dia baik-baik saja? Kenapa mereka setega itu?
***
Kejadian itu sudah lama berselang. Tiga hari yang lalu. Hari
ini ada acara prom. Kemungkinan semua siswa akan hadir. Termasuk Youngmin yang
kulihat sudah bersiap-siap memakai tuxedonya. Ia melihat kearahku yang sedang
belajar. Aku bangkit dan mengambil notebook yang sudah kupersiapkan. Mungkin
ini harus kulakukan.
“You going tonight?” Tanyanya
“No, studying” Jawabku sedanya. Ia Nampak kecewa.
“Wish you were here” Ujarnya yang membuatku tersenyum kecil.
Sorry. Ia bangkit dan mengambil jasnya lau pergi.
Sesaat setelah pergi mungkin aku sedang menyesali
keputusanku. Aku menengok ke beberapa tumpukan
buku yang sedang terbuka. Aku mencoba meminggirkan beberapa buku dan aku
menemukan lembaran kertas yang tak pernah aku sampaikan. Mungkin aku menyesal.
Memang. Aku mencabut kacamataku dan mulai merenung. Apa aku harus pergi?
***
Pestanya Nampak menyenangkan. Banyak yang hadir bersama
pasangannya masing-masing. Akhirnya setelah berdebat dengan pikiranku cukup
lama aku memutuskan pergi. Aku melepas kacamataku. Menggerai rambut keemasanku.
Memakan gaun panjang berwarna biru muda. Terlihat cocok memang.
Aku melangkah memasuki ruang pesta yang ada di pavilion.
Semua orang memandangku. Yah aku menjadi pusat perhatian sekarang.
Ditengah-tengah pesta aku diperhatikan. Youngmin dan Minwo
yang sedang asik mengobrol dengan teman-temannya berhenti dengan aktifitasnya
dan mulai memandangku. Youngmin tersenyum. Aku pun. Semuanya terpana. Pelahan
ia mulai mendekatiku. Semakin dekat. Aku pun begitu. Namun ditengah pesta
Seohyun menariknya. Ia menggandeng tangan Youngmin manja dan berkata
“Mianhe, jeongmal mianhaeyo Youngmin-ah. Aku benar-benar
tidak sungguh dengan kejadian tempo hari” Aku terdiam. Bisa kulihat wajah Youngmin
bingung. Seohyun terus merengek padanya. Namun hal yang paling mengejutkan Youngmin
melepaskan cengkraman Seohyun “Sorry” Lalu Youngmin berlalu pergi dan
menghampiriku. Aku tersenyum senang.
Disisi lain Seohyun berteriak “WHAT?” Yang nyatanya tidak
dihiraukan oleh Youngmin. “KAU AKAN
MENYESAL” lanjutnya dan bergegas pergi sebelum menjadi tontonan oleh yang lain.
Ia sekarang didepanku dengan wajah tersenyum mengembang. Apa
mungkin ia sangat senang aku datang? Jika ia aku pun lega melihatnya demikian.
Perlahan aku membuka lembaran yang berisi kata-kata yang ingin aku sampaikan
tempo hari namun tak pernah tersampaikan.
Ku membukanya. ‘I Love You’ tertulis jelas disana. Ia
tersenyum dan mulai merogoh saku jasnya dan membuka kertas yang ternyata
berisi., ‘I Love You’ Kami berdua sama-sama ternyum senang. Dan akhirnya
dibawah sinar temaram lampu pesta kami berdua berpelukan erat.
“You belong to me” Ucapku kemudian.
END
Baguskah?
Gaje kah? Dimohon kritik dan saran perbaikannya yah? Gomawo.



